Senin, 14 Maret 2016

konflik konflik dalam bisnis




BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Konflik merupakan fenomena dinamika yang tidak dapat dihindarkan dalam dunia bisnis, bahkan konflik selalu hadir dalam setiap hubungan kerja antara individu dan  kelompok ataupun juga antara atasan dan pegawai. Tujuan bisnis pada dasarnya adalah  kegiatan yang menciptakan kerjasama anatara internal maupun eksternal untuk mendapatkan jaringan dan tentunya untuk memperoleh keuntungan. Bisnis itu sendiri bukanlah suatu tujuan tetapi merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Melihat perkembangan dunia globalisasi, tentu tingkat kebutuhan khalayak melebihi dari apa yang telah direncanakan oleh suatu perusahaan atau produsen, sehingga persaingan terhadap pemenuhan kebutuhan dan kepuasan masyarakat semakin meningkat dan akan menimbulkan konflik baik internal maupun eksternal peusahaan. Oleh sebab itu, pada makalah ini akan dijelaskan secara rinci bagaimana konflik bisnis dan penyelesaiannya.

1.2     Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
1.      Apa saja konflik binis ?
2.      Bagaimana mengatasi konflik dalam dunia bisnis

1.3    Tujuan Penulisan Makalah
1.      Sebagai pelengkap tugas Komunikasi Bisnis
2.      Alat pembelajaran bagi mahasisiwa tentang konflik bisnis dan penyelesaiannya.










BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian Konflik
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul di dalam seseorang (masalah intern) maupun dengan orang lain (masalah ekstern) yang ada di sekitarnya. Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antar kedua belah pihak, sampai kepada mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengahalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.

2.2     Jenis-jenis Konflik
Konflik itu mempunyai banyak jenis seperti yang dikatakan James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik, yaitu:
A. Konflik Intrapersonal
Adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sbb:
1.    Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
2.    Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan tujuan.
3.    Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan tujuan yang diinginkan.
Hal-hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya sering menimbulkan konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang tidak menyenangkan.
Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
1.        Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
2.        Konflik pendekatan penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
3.        Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
B.   Konflik Interpersonal
   Yaitu konflik yang terjadi antar individu. Konflik yang terjadi ketika adanya perbedaan tentang suatu hal, tindakan dan tujuan dimana hasil akhir sangat menentukan. Atau pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku karyawan dalam perusahaan. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai kesepakatan, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas dalam dunia bisnis.
C. Konflik Antara Angota dalam Satu Kelompok Karyawan dalam Perusahaan
Setiap kelompok dapat mengalami konflik substantif atau efektif.  Konflik substantif terjadi karena adanya latar belakang keahlian yang berbeda, ketika anggota dari suatu komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama. Sedangkan konflik efektif terjadi karena tanggapan emosional terhadap suatu situasi tertentu
D. Konflik Antar Kelompok Karyawan dalam Perusahaan
Tingkat lainnya dalam konflik di organisasi adalah konflik antar kelompok. Seperti diketahui bahwa sebuah perusahaan terbentuk dari beberapa kelompok kerja yang terdiri dari banyak unit. Apabila diantara unit-unit disuatu kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, maka manajer merupakan pihak yang harus bisa menjadi penghubung antara keduanya. Hubungan pertentangan ini apabila dipertahankan maka akan menjadi koordinasi dan integrasi kegiatan-kegiatan menjadi sulit.
Konflik antara kelompok dalam perusahaan yang sama. Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam perusahaan-perusahaan. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja, merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.
E.           Konflik Antar Perusahaan
Konflik juga bisa terjadi antara perusahaan yang satu dengan yang lain. Hal ini tidak selalu disebabkan oleh persaingan dari perusahaan-perusahaan di pasar yang sama. Konflik ini bisa terjadi karena adanya ketidakcocokan suatu badan terhadap kinerja suatu perusahaan.
Sebagai contoh badan kesatuan pekerja dipasangkan dengan perlakuan suatu perusahaan terhadap pekerja yang menjadi anggota kesatuannya. Konflik ini dimulai dari ketidak sesuaian antara para manajer sebagai individu yang mewakili perusahaan secara total. Pada situasi konflik seperti ini para manajer tingkat menengah kebawah bisa berperan sebagai penghubung-penghubung dengan pihak luar yang berhubungan dengan bidangnya.
Apabila konflik ini bisa diselesaikan dengan prioritas keorganisasian atau perbaikan pada kegiatan organisasi, maka konflik-konflik bisa dijadikan perbaikan demi kemajuan organisasi.
2.3     Konflik dan Perubahan Sosial
Nilai-nilai sosial, baik nilai kebenaran, kesopanan, maupun nilai material dari suatu benda mengalami perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak akan menyebabkan konflik sosial.
Misalnya industrialisasi yang mendadak di pedesaan akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat indiustri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotong-royongan yang berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan structural yang disusun dalm organisasi formal perusahaan.
Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Konflik terjadi karena dipicu oleh situasi-situasi yang mendukung, antara lain sebagai berikut.
1.        Konflik dalam keluarga, contoh:
a.       Perbedaan pendapat dalam pengelolaan usaha keluarga dengan orang tua, dimana orang tua tentu melindungi anak, sehingga anak merasa tidak dipercaya dan mampu dalam menjalankan usaha keluarga.
b.      Perbedaan selera makan orang tua dengan anak-anaknya sehingga orang tua sering makan di luar rumah.
c.        Perbedaan gaya hidup dan pola pikir antara suami istri.
2.        Konflik dengan mitra kerja
Contoh : Perbedaan persepsi dalam suatu masalah sehingga suasana kerja tidak menyenangkan.
3.        Konflik dengan atasan atau manajer
Contoh : gaji yang tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan hidup.
4.        Konflik dengan bawahan atau pekerja
Contoh : turunnya tingkat produktivitas pekerja yang memnyebabkan omset produksi dan kualitas produk menurun tajam.
5.        Konflik agama
Contoh : munculnya fanatisme dan SARA
6.        Konflik pribadi
Contoh : keterbatasan kemampuan yang menyebabkan rasa tidak percaya diri dan minder.
2.4         Penyelesaian Konflik
1.        Teknik Menstimulasikan Konflik
Beberapa metode atau teknik stimulasi yang mungkin dapat dipergunakan untuk menstimulasikan konflik sampai kepada tingkat yang fungsional adalah :
1.      Komunikasi.
        Dengan mempergunakan saluran komunikasi organisasi, manajer dapat menstimulasi konflik. Secara hati-hati informasi dapat dimasukkan ke dalam saluran formal untuk menciptakan keragu-raguan, reevaluasi atau konfrontasi.
2.   Merubah struktur Organisasi.
        Merubah sturuktur organisasi merupakan salah satu teknik yang bermanfaat dalam memecahkan konflik antar kelompok. Sebaliknya perubahan ini justru merupakan cara yang baik pula dalam menciptakan konflik. Cara ini dapat menstimulasi konflik sehingga tercipta persaingan yang ujungnya adalah peningkatan kinerja.
3.   Menstimulasi persaingan.
        Penggunaan berbagai insentif, seperti bonus, penghargaan bagi karyawan atau hasil karya yang menonjol, dapat menstimulasi adanya persaingan. Apabila dapat dipergunakan dengan tepat maka persaingan yang sehat itu dapat menciptakan konflik yang fungsional,
4.   Memasukkan Orang luar ke dalam kelompok.
        Salah satu teknik untuk mengangkat kembali citra suatu organisasi atau bagian, adalah memasukkan citra suatu organisasi atau bagian, adalah memasukkan, mengangkat atau memindahkan orang-orang yang sikapnya, nilainya dan latar belakangnya berbeda dari para anggota yang sekarang berada dalam sistem atau organisasi itu.
2.             Manajemen Konflik
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi.
Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga.


BAB III
PENUTUP
3.1         Kesimpulan
Konflik dapat terjadi dalam hal apa saja, bahkan dalam dunia bisnis sekalipun. Tidak jarang konflik terjadi dalam lingkungan eksternal di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, meskipun pemicu utama konflik lebih besar terdapat dilingkungan eksternal yaitu konsumen dll. Suatu konflik tentu harus ada penyelesaiannya supaya konflik ini tidak berlanjut dan tidak mengakibatkan kerugian pada kedua belah pihak. Penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan menstimulasikan konflik tersebut disertai juga dengan memanajemn konflik tersebut agar tujuan dalam bisnis tersebut dapat kembali diraih.
3.2         Saran
Konflik bisnis dan penyelesaiannya tidak hanya dapat dipahami melalui makalah yang telah disajikan, pembaca juga dapat menambah wawasan dengan membaca, mencari dan memahami permasalahan ini di referensi-referensi lainnya.


Senin, 09 November 2015

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DARI 1 G SAMPAI 5 G



 ARI DARMAWAN
NIM 11343103043
KELAS JR A
UIN SUSKA RIAU
Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lain. Teknologi komunikasi ditekankan pada sebagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan sedangkan teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh. Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada. Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.
Teknologi jaringan mobile phone terbagi 2 yaitu GSM dan CDMA. kedua jaringan tersebut bermain di frekuensi yang berbeda. Semakin berkembangnya teknologi mobile phone, maka teknologi jaringan internet via mobile phone semakin hari semakin berkembang pula. Semua vendore mobile phone bersaing meningkatkan produk andalannya terutama di bagian jaringan akses internet mobilenya. Kita mengenal generasi jaringan internet mobile dari mulai GPRS, EDGE, UMTS, HDSPA.
Perkembangan teknologi sekarang sudah sangat maju dan GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA adalah generasinya. GPRS adalah generasi pertamanya disusul dengan Edge dengan memberikan layanan agak cepat lalu 3G dan 3.5G dengan menghadirkan layanan tercepat dan akhirnya teknologi sekarang 4G  menyingkirkan semua dengan menghadirkan layanan sangat cepat untuk mengakses data, dan mungkin akan hadir layanan 5G.
Salah satu bidang yang mengalami perkembangan sangat pesat yaitu teknologi seluler. Teknologi seluler dimulai dari Generasi pertama atau sering disebut 1G, hingga sekarang perkembangan yang sudah masuk di Indonesia yaitu 2G, 3G, dan yang hangat-hangatnya 4G.

Adapun perkembangan dan perbedaan Generasi 1 (1G) sampai Generasi 4 (4G)
A. 1 G
Pertama kalinya pada tahun 1970-an diperkenalkan Generasi pertama atau 1G, tahap ini belum ada koneksi internet. Sistem kerja teknologi 1G menggunakan transmisi sinyal analog, sehingga hanya digunakan panggilan telepon. Selain itu, ukuran telepon generasi pertama 1G berukuran besar.
Salah satu contoh ponsel yang menggunakan 1G yaitu Motorola DynaTAC. Ponsel ini sangat populer yang dibuat pada tahun 1984-1994, ponsel ini tergolong berat karena mempunyai bobot 794 gram atau hampir 1 Kg. Pertumbuhan pasar telepon genggam sangat besar, bahkan kemunculan 1G membuat pangsa pasar meningkat dari 30 menjadi 50% tiap tahunnya. Bahkan, sumber menyebutkan bahwa pengguna teknologi 1G pada tahun 1990 mencapai 20 juta jiwa.
Yang harus anda ketahui adalah bahwa ini adalah standar baru dari teknologi jaringan. zaman dimana campur tangan manusia sudah tidak terlalu dibutuhkan semuanya benar benar sudah otomatis dan dengan bentuk yang kecil tentunya. Karena ini adalah ponsel generasi pertama mereka membuat nya sangat serius mereka membuat ponsel yang kuat dan handal yang akhirnya tersebar ke seluruh dunia.
B. 2 G
Ditemukannya sinyal digital, menjadikan terciptanya teknologi 2G. 1G digantikan dengan 2G, perbedaannya terletak pada sinyal radio. Jika 1G masih analog, maka 2G menggunakan sinyal digital. 2G (atau 2G) adalah singkatan dari teknologi telepon nirkabel secondgeneration. 2G jaringan telekomunikasi seluler generasi kedua yang diluncurkan secara komersial pada standar GSM di Finlandia oleh Radiolinja (sekarang bagian dari Elisa Oyj) pada tahun 1991.
Generasi kedua memiliki memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih cepat. sekitar 14.4KBPS. anda juga dapat mengirimkan pesan teks. Akan tetapi Fitur CSD ini membuat tagihan bualanan anda membengkak, karena jika anda ingin terhubung ke internet anda harus menggunakan dialup yang dihitung permenit, kecuali anda punya percetakan uang sendiri dirumah. Kehadiran teknologi ini mengawali semakin populernya pengguna telepon seluler. Terutama karena teknologi pengiriman pesan singkat (SMS) dan pesan bergambar sudah diperkenalkan. Pada teknolog ini juga terdapat dukungan terhadap teknologi layanan suara yang lebih baik dan dukungan akses data.
Kelemahan 2G terletak pada koneksi data yang cenderung lambat, sehingga muncul jaringan 2.5G dan 2.75G yang semakin cepat. Perbedaannya terletak pada kecepatan transfer data. Teknologi komunikasi 2.5G mengkombinasikan 2G dengan General Packet Radio Service (GPRS), sehingga kecepatan data bisa mencapai 50kbps.
Sedangkan, 2.75G merupakan teknologi komunikasi 2G yang terkombinasi dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Kecepatan transfer datanya bisa mencapai 1 Mbps.
Pada tahun tahun selanjutnya ketika orang-orang sudah ketagihan internet, ketika mereka mengecek email setiap hari mereka merasa sudah harus ada perubahan, mereka membutuhkan akses data yang lebih cepat dari yang ada saat itu. GPRS memang lebih bagus dari 2G tapi tidak cukup bagus jika kita bandingkan dengan 3G yang benih benih nya sudah mulai muncul ketika GPRS di umumkan untuk pertama kali.
C. 2,5 G (GPRS) dan 2,75 G (EDGE)
2.5G generasi transisi antara teknologi 2G and 3G, menawarkan kapasitas transmisi data yang lebih besar sehingga meningkatkan layanan data seperti GPRS. GPRS membolehkan penyedia jaringan untuk menarik biaya berdasarkan jumlah data yang dikirim dan bukan dari lamanya waktu koneksi. Generasi kedua ini berciri digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps).
Pada perkembangannya, teknologi 2G mengalami peningkatan. Teknologi ini sudah mendukung kecepatan transfer data hingga 50 kbps. Teknologi ini disebut 2,5G. Istilah ini mengacu karena teknologi 2,5G merupakan gabungan dari teknologi 2G dan GPRS atau General Packet Radio Service. Selanjutnya, teknologi komunikasi 2G memiliki peningkatan lain dengan dukungan teknologi Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) yang kemudian populer disebut sebagai 2,75G. Dengan menggunakan jaringan 2G EDGE, kecepatan transfer data yang bisa dicapai bisa mencapai 1 Mbps.
D. 3 G
Teknologi jaringan seluler generasi ketiga atau 3G diperkenalkan pada tahun1998. Teknologi inilah yang kemudian disebut sebagai teknologi awal dari mobile broadband. Pasalnya, berkat teknologi 3G orang-orang bisa mengakses internet tidak hanya melalui jaringan kabel tetapi jaringan data. Kecepatan koneksi datanya juga lebih cepat. Tapi ini bukan berarti GPRS telah mati. Justru saat itu muncul EDGE – Enhanced Data – rates for GSM Evolution – ini diharapkan akan menjadi pengganti GPRS yang baik, karena tidak perlu mengupgrade hardware secara ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. dengan EDGE anda sudah dapat merasakan kecepatan dua kali lebih cepat daripada GPRS akan tetapi tetap saja masih kurang cepat dari 3G. Karena itu, pada perkembangannya, teknologi 3G mendukung aktivitas transfer audio, gambar, dan video. Pada jaringan inilah kemudian banyak orang memanfaatkannya untuk streaming video ataupun melakukan aktivitas video call. 
Perkembangan 3G menuju 4G diiringi munculnya 3.5G dan 3.75G. Perbedaan jaringan tersebut yaitu 3.5G disebut High Speed Packet Access (HSPA)yang mempunyai kecepatan transfer data maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps. Sedangkan, 3.75G atau HSPA+ merupakan jaringan telekomunikasi yang mampu transfer data unduh hingga 168 Mbps dan unggah hingga 22 Mbps. Perlu diketahui juga, bahwa kecepatan tersebut merupakan teoritis, tergantung pada situasi pengguna.
E. 4 G
4G merupakan generasi yang keempat yang mulai dikenalkan pada 2009,  Penemu teknologi LTE adalah Khoirul Anwar asal Indonesia yang telah menetap di Jepang selama 12 tahun, dan menjadi peniliti di JAIST (Japan Advanced Institute of Science and Technology School of Information Science).
Teknologi seluler ini disebut LTE (Long Term Evolution) dan juga LTE-A (Long Term Evolution Advance) Teknologi LTE ini mempunyai kecepatan DL sampai 100 Mbps dan UL sampai 50 Mbps. Kecepatan itu masih bisa menjadi jauh lebih cepat lagi sesuai rilis kategori yang dipakai oleh operator tersebut, kecepatan tersebut secara teori di tentukan dari LTE Cat1 hingga LTE Cat8 seperti tabel dibawah ini.


4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun). Bayangkan dengan kecepatan super itu kita dapat dengan mudah mendowload film dengan kualitas HD. Dan dalam waktu yang singkat tentu saja. untuk mendownload film berkapasitas 6GB saja hanya diperlukan waktu 6 Menit. Luar biasa ..!! mari kita tunggu kedatangan teknologi yang super cepat ini. selain itu ini adalah salahsatu solusi yang paling efektif untuk jaringan internet dipedasaan karena lebih baik menanam 1 menara 4G untuk ber mil-mil jauhnya, daripada dengan menyelimuti sawah-sawah dengan kabel fiber optik.
Sebelum lanjut pembahasan permasalah teknologi yang paling baru yaitu teknologi 5G, kita lihat gambar dibawah ini yang memperlihatkan perkembangan teknologi mulai dari 1G hingga 4G yang sekarang telah bisa kita nikmati di Indonesia.

 
F. 5 G
Dan, tanpa secara optimal menikmati teknologi 3G dan 4G, saat ini orang-orang sudah mulai membicarakan teknologi 5G! Anda merasa gila dibuatnya membayangkan seperti apa wujud ponsel di masa teknologi 5G. Karena Anda paham paradigma teknologi ada kemampuan reduksi wujud fisik, lamunan Anda terbawa ke masa depan. Saat itu seorang eksekutif muda yang hendak masuk ke mobilnya bergumam seolah bicara dengan orang lain melalui alat komunikasi. Anda sadari bentuk ponselnya tidak digenggam, tetapi di pergelangan tangan layaknya jam tangan! Di telinganya terselip handsfree berteknologi Bluetooth. Untuk menghubungi seseorang ia cukup bergumam pelan mengucapkan nama orang yang hendak dihubungi. Demikian juga untuk mengirimkan pesan teks dan multimedia. Lalu Anda lihat melihat seutas kabel menjulur dari ponsel tersebut ke arah benda mirip koper kerja yang ia genggam di tangan kirinya. Akhirnya Anda sadar sepenuhnya koper kerja tersebut ternyata sebuah baterai. Inti dari kisah ini sebenarnya imajinasi dan pemikiran kreatif yang hendaknya membawa pada inovasi teknologi ponsel di masa depan yang lebih canggih. Karena batas teknologi adalah imajinasi dan mimpi. Sesuatu yang dianggap tidak mungkin saat ini karena tidak penjelasan logis tasnya.
Awalnya adalah imajinasi yang tanpa sadar dan tidak sadar membawa kita pada kehadirannya yang nyata. Bukankah imajinasi dan keinginan menjadi terdahulu sebelum kita merasakan yang sesungguhnya? Hal ini mengingatkan saya pada ucapan Albert Einsten. Ia katakan imagination is more important than knowledge.