ARI DARMAWAN
NIM 11343103043
KELAS JR A
UIN SUSKA RIAU
Teknologi
komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur
organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu
mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan
individu-individu lain. Teknologi komunikasi ditekankan pada sebagaimana suatu
hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan
sedangkan teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh.
Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer
dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada.
Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan
teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu
informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.
Teknologi
jaringan mobile phone terbagi 2 yaitu GSM dan CDMA. kedua jaringan
tersebut bermain di frekuensi yang berbeda. Semakin berkembangnya teknologi
mobile phone, maka teknologi jaringan internet via mobile phone
semakin hari semakin berkembang pula. Semua vendore mobile phone
bersaing meningkatkan produk andalannya terutama di bagian jaringan akses
internet mobilenya. Kita mengenal generasi jaringan internet mobile
dari mulai GPRS, EDGE, UMTS, HDSPA.
Perkembangan
teknologi sekarang sudah sangat maju dan GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA adalah
generasinya. GPRS adalah generasi pertamanya disusul dengan Edge dengan
memberikan layanan agak cepat lalu 3G dan 3.5G dengan menghadirkan layanan
tercepat dan akhirnya teknologi sekarang 4G menyingkirkan semua dengan
menghadirkan layanan sangat cepat untuk mengakses data, dan mungkin akan hadir
layanan 5G.
Salah satu bidang yang mengalami perkembangan sangat
pesat yaitu teknologi seluler. Teknologi seluler dimulai dari Generasi pertama
atau sering disebut 1G, hingga sekarang perkembangan yang sudah masuk di
Indonesia yaitu 2G, 3G, dan yang hangat-hangatnya 4G.
Adapun perkembangan dan perbedaan Generasi 1 (1G)
sampai Generasi 4 (4G)
A. 1 G
Pertama kalinya pada tahun 1970-an diperkenalkan Generasi pertama atau 1G,
tahap ini belum ada koneksi internet. Sistem kerja teknologi 1G menggunakan
transmisi sinyal analog, sehingga hanya digunakan panggilan telepon. Selain
itu, ukuran telepon generasi pertama 1G berukuran besar.
Salah satu contoh ponsel yang menggunakan 1G yaitu Motorola DynaTAC. Ponsel
ini sangat populer yang dibuat pada tahun 1984-1994, ponsel ini tergolong berat
karena mempunyai bobot 794 gram atau hampir 1 Kg. Pertumbuhan pasar telepon
genggam sangat besar, bahkan kemunculan 1G membuat pangsa pasar meningkat dari
30 menjadi 50% tiap tahunnya. Bahkan, sumber menyebutkan bahwa pengguna
teknologi 1G pada tahun 1990 mencapai 20 juta jiwa.
Yang harus anda ketahui adalah bahwa ini adalah
standar baru dari teknologi jaringan. zaman dimana campur tangan manusia sudah
tidak terlalu dibutuhkan semuanya benar benar sudah otomatis dan dengan bentuk
yang kecil tentunya. Karena ini adalah ponsel generasi pertama mereka membuat
nya sangat serius mereka membuat ponsel yang kuat dan handal yang akhirnya
tersebar ke seluruh dunia.
B. 2 G
Ditemukannya sinyal digital, menjadikan
terciptanya teknologi 2G. 1G digantikan dengan 2G, perbedaannya terletak pada
sinyal radio. Jika 1G masih analog, maka 2G menggunakan sinyal digital. 2G
(atau 2G) adalah singkatan dari teknologi telepon nirkabel secondgeneration. 2G
jaringan telekomunikasi seluler generasi kedua yang diluncurkan secara
komersial pada standar GSM di Finlandia oleh Radiolinja (sekarang bagian dari
Elisa Oyj) pada tahun 1991.
Generasi kedua memiliki memiliki fitur CSD sehingga
transfer data lebih cepat. sekitar 14.4KBPS. anda juga dapat mengirimkan pesan
teks. Akan tetapi Fitur CSD ini membuat tagihan bualanan anda membengkak,
karena jika anda ingin terhubung ke internet anda harus menggunakan dialup yang
dihitung permenit, kecuali anda punya percetakan uang sendiri dirumah. Kehadiran
teknologi ini mengawali semakin populernya pengguna telepon seluler. Terutama
karena teknologi pengiriman pesan singkat (SMS) dan pesan bergambar sudah
diperkenalkan. Pada teknolog ini juga terdapat dukungan terhadap teknologi
layanan suara yang lebih baik dan dukungan akses data.
Kelemahan 2G terletak pada koneksi data yang cenderung
lambat, sehingga muncul jaringan 2.5G dan 2.75G yang semakin cepat.
Perbedaannya terletak pada kecepatan transfer data. Teknologi komunikasi 2.5G
mengkombinasikan 2G dengan General Packet Radio Service (GPRS), sehingga
kecepatan data bisa mencapai 50kbps.
Sedangkan,
2.75G merupakan teknologi komunikasi 2G yang terkombinasi dengan standar
Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Kecepatan transfer datanya bisa
mencapai 1 Mbps.
Pada tahun tahun selanjutnya ketika orang-orang
sudah ketagihan internet, ketika mereka mengecek email setiap hari mereka
merasa sudah harus ada perubahan, mereka membutuhkan akses data yang lebih
cepat dari yang ada saat itu. GPRS memang lebih bagus dari 2G tapi tidak cukup
bagus jika kita bandingkan dengan 3G yang benih benih nya sudah mulai muncul
ketika GPRS di umumkan untuk pertama kali.
C.
2,5 G (GPRS) dan 2,75 G (EDGE)
2.5G generasi transisi antara teknologi 2G and 3G, menawarkan kapasitas
transmisi data yang lebih besar sehingga meningkatkan layanan data seperti
GPRS. GPRS membolehkan penyedia jaringan untuk menarik biaya berdasarkan jumlah
data yang dikirim dan bukan dari lamanya waktu koneksi. Generasi kedua ini
berciri digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps).
Pada perkembangannya, teknologi 2G mengalami
peningkatan. Teknologi ini sudah mendukung kecepatan transfer data hingga 50
kbps. Teknologi ini disebut 2,5G. Istilah ini mengacu karena teknologi 2,5G
merupakan gabungan dari teknologi 2G dan GPRS atau General Packet Radio
Service. Selanjutnya, teknologi komunikasi 2G memiliki peningkatan lain dengan
dukungan teknologi Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) yang kemudian
populer disebut sebagai 2,75G. Dengan menggunakan jaringan 2G EDGE, kecepatan
transfer data yang bisa dicapai bisa mencapai 1 Mbps.
D.
3 G
Teknologi
jaringan seluler generasi ketiga atau 3G diperkenalkan pada tahun1998.
Teknologi inilah yang kemudian disebut sebagai teknologi awal dari mobile
broadband. Pasalnya, berkat teknologi 3G orang-orang bisa mengakses internet
tidak hanya melalui jaringan kabel tetapi jaringan data. Kecepatan koneksi
datanya juga lebih cepat. Tapi ini bukan berarti GPRS telah
mati. Justru saat itu muncul EDGE – Enhanced Data – rates for GSM Evolution –
ini diharapkan akan menjadi pengganti GPRS yang baik, karena tidak perlu
mengupgrade hardware secara ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan
biaya. dengan EDGE anda sudah dapat merasakan kecepatan dua kali lebih cepat
daripada GPRS akan tetapi tetap saja masih kurang cepat dari 3G. Karena itu,
pada perkembangannya, teknologi 3G mendukung aktivitas transfer audio, gambar,
dan video. Pada jaringan inilah kemudian banyak orang memanfaatkannya untuk
streaming video ataupun melakukan aktivitas video call.
Perkembangan
3G menuju 4G diiringi munculnya 3.5G dan 3.75G. Perbedaan jaringan tersebut yaitu
3.5G disebut High Speed Packet Access (HSPA)yang mempunyai kecepatan transfer
data maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps. Sedangkan, 3.75G
atau HSPA+ merupakan jaringan telekomunikasi yang mampu transfer data unduh
hingga 168 Mbps dan unggah hingga 22 Mbps. Perlu diketahui juga, bahwa
kecepatan tersebut merupakan teoritis, tergantung pada situasi pengguna.
E. 4 G
4G merupakan generasi yang keempat
yang mulai dikenalkan pada 2009, Penemu teknologi LTE adalah Khoirul
Anwar asal Indonesia yang telah menetap di Jepang selama 12 tahun, dan menjadi
peniliti di JAIST (Japan Advanced Institute of Science and
Technology School of Information Science).
Teknologi seluler ini disebut LTE (Long Term Evolution) dan juga LTE-A (Long Term Evolution Advance) Teknologi
LTE ini mempunyai kecepatan DL sampai 100 Mbps dan UL sampai 50 Mbps. Kecepatan
itu masih bisa menjadi jauh lebih cepat lagi sesuai rilis kategori yang dipakai
oleh operator tersebut, kecepatan tersebut secara teori di tentukan dari LTE
Cat1 hingga LTE Cat8 seperti tabel dibawah ini.
4G
adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation
technology. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of
Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sebelum 4G,
High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai
teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan
CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur
evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang
akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik
arah turun). Bayangkan dengan kecepatan super itu kita dapat dengan mudah
mendowload film dengan kualitas HD. Dan dalam waktu yang singkat tentu saja.
untuk mendownload film berkapasitas 6GB saja hanya diperlukan waktu 6 Menit.
Luar biasa ..!! mari kita tunggu kedatangan teknologi yang super cepat ini.
selain itu ini adalah salahsatu solusi yang paling efektif untuk jaringan
internet dipedasaan karena lebih baik menanam 1 menara 4G untuk ber mil-mil
jauhnya, daripada dengan menyelimuti sawah-sawah dengan kabel fiber optik.
Sebelum
lanjut pembahasan permasalah teknologi yang paling baru yaitu teknologi 5G,
kita lihat gambar dibawah ini yang memperlihatkan perkembangan teknologi mulai
dari 1G hingga 4G yang sekarang telah bisa kita nikmati di Indonesia.
F. 5 G
Dan, tanpa
secara optimal menikmati teknologi 3G dan 4G, saat ini orang-orang sudah mulai
membicarakan teknologi 5G! Anda merasa gila dibuatnya membayangkan seperti apa
wujud ponsel di masa teknologi 5G. Karena Anda paham paradigma teknologi ada
kemampuan reduksi wujud fisik, lamunan Anda terbawa ke masa depan. Saat itu
seorang eksekutif muda yang hendak masuk ke mobilnya bergumam seolah bicara
dengan orang lain melalui alat komunikasi. Anda sadari bentuk ponselnya tidak digenggam,
tetapi di pergelangan tangan layaknya jam tangan! Di telinganya terselip
handsfree berteknologi Bluetooth. Untuk menghubungi seseorang ia cukup bergumam
pelan mengucapkan nama orang yang hendak dihubungi. Demikian juga untuk
mengirimkan pesan teks dan multimedia. Lalu Anda lihat melihat seutas kabel
menjulur dari ponsel tersebut ke arah benda mirip koper kerja yang ia genggam
di tangan kirinya. Akhirnya Anda sadar sepenuhnya koper kerja tersebut ternyata
sebuah baterai. Inti dari kisah ini sebenarnya imajinasi dan pemikiran kreatif
yang hendaknya membawa pada inovasi teknologi ponsel di masa depan yang lebih
canggih. Karena batas teknologi adalah imajinasi dan mimpi. Sesuatu yang
dianggap tidak mungkin saat ini karena tidak penjelasan logis tasnya.
Awalnya
adalah imajinasi yang tanpa sadar dan tidak sadar membawa kita pada
kehadirannya yang nyata. Bukankah imajinasi dan keinginan menjadi terdahulu
sebelum kita merasakan yang sesungguhnya? Hal ini mengingatkan saya pada ucapan
Albert Einsten. Ia katakan imagination is more important than knowledge.