Jumat, 09 Oktober 2015

bentuk sistem ekonomi indonesia, kekurangan, kelebihan dan perkembangan sistem ekonomi indonesia



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan. Dimana Sistem Ekonomi ini mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta.
Aktivitas ekonomi yang dimaksud di sini adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dimana didalamnya meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Sistem ekonomi biasa dipakai oleh sebuah negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dikuasainya baik untuk perorangan ataupun instansi di negara itu. Perbedaan utama antara satu sistem ekonomi dengan sistem ekonomi yang lain yaitu bagaimana cara sistem itu mengelola faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu diizinkan memiliki seluruh faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut dikuasai oleh pemerintah.
Dan Sistem Ekonomi yang diterapkan oleh negara Indonesia adalah Sistem ekonomi Pancasila. Ini artinya sistem ekonomi yang dijalankan di Indonesia harus berpedoman pada Pancasila. Sehingga secara normatif Pancasila dan UUD 1945 adalah landasaan idil sistem ekonomi di Indonesia. 

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa saja bentuk Sistem Ekonomi?
2.      Bagaimana Sistem Tersebut?
3.      Apa saja Kelebihan dan Kekurangan Sistem Tersebut?
4.      Bagaimana Perkembangan Sistem Ekonomi Tersebut?

1.3  Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui apa saja bentuk Sistem Ekonomi.
2.      Memahami bagaimana sistem tersebut.
3.      Mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan Sitem Tersebut.
4.      Mengetahui bagaimana perkembangan Sistem Ekonomi tersebut.


BAB 2
PEMBAHASAN

Secara umum ada 3 macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yakni sistem ekonomi Liberal(kapitalis), sistem ekonomi Sosialis, dan sistem ekonomi Campuran, yang mana sistem ekonomi campuran ini tidak 100% kapitalis dan tidak 100% sosialis, atau bisa juga dikatakan sebagai suatu sistem ekonomi yang mengandung elemen-elemen dari sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosialis.

2.1  Sistem Ekonomi Liberal(kapitalis)
Sistem ekonomi Liberal(kapitalis) adalah suatu sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan yang seperti dia inginkan.
Selain itu Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.
Adapun tujuan dari sistem ini sebagai kepemilikan secara pribadi yakni untuk memperoleh suatu keuntungan/laba yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif. Jelas sekali, motif mencari keuntungan/laba, bersama-sama dengan lembaga warisan serta dipupuk oleh hukum perjanjian sebagai mesin kapitalisme yang besar.
A.    Ciri – ciri
1)      Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
2)      Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
3)      Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
4)      Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
5)      Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
6)      Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
7)      Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
8)      Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

B.     Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Riko, dan Suriname.

C.     Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal
Ada beberapa kelebihan dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:
1)      Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
2)      Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3)      Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4)      Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
5)      Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

Selain ada kelebihan, ada juga beberapa kekurangan dari pada sistem ekonomi liberal, yaitu:
1)      Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
2)      Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3)      Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4)      Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5)      Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.

2.2  Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak.  Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.
Sistem ekonomi sosialis menyatakan bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

A.    Ciri – ciri Sistem Ekonomi Sosialis
1)      Hak milik individu tidak diakui.
2)      Seluruh sumber daya dikuasai negara.
3)      Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara.
4)      Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
5)      Produksi, distribusi, dan konsumsi diatur secara terpusat.
6)      Inisiatif dan hak milik perorangan dibatasi.

B.     Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis
Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.

C.     Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
1)      Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
2)      Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan Negara
3)      Produksi dikelola oleh Negara
4)      Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
5)      Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
6)      Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
7)      Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.

Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
1)      Sulit melakukan transaksi
2)      Membatasi kebebasan
3)      Mengabaikan pendidikan moral
4)      Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
5)      Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
6)      Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

2.3  Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian.
Pemerintah sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.

A.    Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran :
1)      Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
2)      Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
3)      Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah

B.     Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran
Negara yang menganut sistem ekonomi campuran adalah bekas negara non-blok mayoritas berada di Asia dan Afrika, seperti : Indonesia, Mesir, Malaysia

C.     Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran
Kelebihanan sistem ekonomi campuran
1)      Kebebasan berusaha
2)      Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
3)      Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
4)      Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
5)      Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung menguntungkan semua pihak.
6)      Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.
7)      Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.
8)      Penetapan harga lebih terkendali.
9)      Hak perorangan secara nyata diakui.

Kekurangan sistem ekonomi campuran
1)      Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
2)      Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
3)      Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.
4)      Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.
5)      Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi daripada pegawai di swasta.



BAB 3
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Perbedaan antara sistem ekonomi satu dengan yang lainnya terlihat dari ciri – cirinya sebagai berikut:
·         Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang dibutuhkan
·         Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
·         Peraturan pemilihan atau pemakaian alat – alat produksi
·         Peraturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
Tiga sistem ekonomi yang telah di  uraikan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing, perkembangan zaman yang terus melaju sangat cepat melahirkan sistem – sistem ekonomi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern. Peran agama juga bisa ikut serta dalam konsep sistem ekonomi dunia dan bisa menjadi solusi dari berbagai permasalahan ekonomi yang ada.


DAFTAR PUSTAKA

-          Dr, Tulus T.H Tambunan, 2009, Perekonomian Indonesia. Bogor: Galia Indonesia
-          Shadily, Hasan (ed), 1980 Ensiklopedia Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka
-          Winardi, 1987, Pengantar Ekonomi Moneter, Buku-1, Bandung: Tarsito
-          Deliarnov. (1995). Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo Utama.
-          Hamid, Edy Suandi. (2005). Ekonomi Indonesia. Yogyakarta: UII Press.
(diakses 28 September 2014)
-          Wanniski, Jude (1998). The Way the World Works. Regnery Gateway. ISBN 0895263440, 9780895263445
-          http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com%2F2014%2F02%2Fsistem-ekonomi-di-indonesia.html
-          http://beristatus.blogspot.com%2F2013%2F03%2Fmacam-macam-sistem-ekonomi-di-indonesia.html
-          http:/wikipedia.org%2Fwiki%2FEkonomi_liberal
-          http://adhiprawiraa.blogspot.com%2F2014%2F04%2Fnegara-yang-menganut-sistem-ekonomi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar